Perkembangan Harga Properti di Kawasan Strategis

perkembangan-harga-properti-di-kawasan-strategis

Perkembangan Harga Properti di Kawasan Strategis. Tahun 2026 menjadi periode di mana harga properti di kawasan strategis terus menunjukkan tren kenaikan yang cukup stabil, meski dengan laju yang lebih moderat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kawasan strategis—seperti pusat bisnis, sekitar infrastruktur transportasi baru, dan area penyangga kota besar—tetap menjadi magnet utama bagi investor dan pembeli rumah. Kenaikan harga ini didorong oleh permintaan yang tinggi, keterbatasan lahan, serta proyek infrastruktur yang terus berjalan. Di Indonesia, khususnya di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, harga properti di lokasi-lokasi kunci naik rata-rata 6–10 persen sepanjang tahun ini. Tren ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap nilai jangka panjang properti di area yang memiliki aksesibilitas dan potensi pertumbuhan tinggi. BERITA TERKINI

Kenaikan Harga di Kawasan Bisnis dan Pusat Kota: Perkembangan Harga Properti di Kawasan Strategis

Kawasan bisnis utama seperti Sudirman-Thamrin di Jakarta, Rungkut di Surabaya, dan Dago-Pakuan di Bandung tetap mencatat kenaikan harga paling signifikan. Apartemen dan perkantoran di sini mengalami apresiasi sekitar 8–12 persen sejak awal tahun. Permintaan tinggi dari korporasi dan ekspatriat yang kembali ke kota besar setelah pandemi membuat harga tetap kuat. Selain itu, keterbatasan lahan baru di pusat kota membuat pasokan terbatas, sehingga harga sulit turun.

Di kawasan ini, apartemen kelas menengah atas dan premium menjadi segmen paling diminati. Harga per meter persegi untuk apartemen baru di lokasi strategis kini berkisar Rp 60–120 juta, tergantung fasilitas dan pemandangan. Investor melihat ini sebagai aset yang aman karena tingkat okupansi sewa tetap tinggi, mencapai 90–95 persen di kawasan bisnis utama. Kenaikan harga yang stabil ini juga didukung oleh suku bunga kredit properti yang mulai melandai, membuat cicilan lebih terjangkau bagi pembeli akhir.

Pertumbuhan Pesat di Kawasan Penyangga dan Sekitar Infrastruktur Baru: Perkembangan Harga Properti di Kawasan Strategis

Kawasan penyangga kota besar seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan sekitar Bandung Selatan mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi dibandingkan pusat kota. Di sini, harga properti naik rata-rata 10–15 persen tahun ini, terutama di sekitar proyek kereta cepat, jalan tol baru, dan kawasan industri. Contohnya, rumah tapak dan cluster di Bekasi Selatan atau Tangerang Barat kini harganya naik signifikan karena akses ke Jakarta semakin cepat.

Permintaan dari keluarga muda yang mencari hunian terjangkau dengan fasilitas lengkap mendorong tren ini. Rumah tipe 2–3 dengan luas tanah 60–100 meter persegi di kawasan ini kini dibanderol Rp 800 juta hingga Rp 1,8 miliar, naik sekitar 12 persen dari tahun lalu. Investor ritel melihat potensi sewa tinggi dari pekerja pabrik atau karyawan kantor yang pindah ke pinggiran. Selain itu, pengembangan kawasan baru seperti kota mandiri di sekitar infrastruktur transportasi membuat nilai properti terus meningkat dalam jangka menengah.

Faktor Pendukung dan Tantangan yang Mempengaruhi Harga

Beberapa faktor utama mendukung kenaikan harga di kawasan strategis. Pertama, pasokan properti baru yang terbatas karena regulasi pemerintah dan biaya pembangunan yang tinggi. Kedua, meningkatnya kepercayaan investor terhadap sektor properti sebagai lindung nilai inflasi. Ketiga, suku bunga kredit yang cenderung turun membuat pembiayaan lebih mudah. Namun, tantangan seperti fluktuasi ekonomi global dan kebijakan pajak properti yang lebih ketat bisa memperlambat laju kenaikan di beberapa segmen.

Di sisi lain, segmen rumah tapak dan apartemen menengah bawah di kawasan penyangga tetap paling diminati karena harga masih terjangkau bagi kelas menengah. Tren ini juga didorong oleh pola kerja hybrid yang membuat orang lebih memilih tinggal di pinggiran dengan akses mudah ke pusat kota.

Kesimpulan

Perkembangan harga properti di kawasan strategis tahun ini menunjukkan ketahanan pasar yang kuat, dengan kenaikan stabil di pusat kota dan lonjakan lebih tinggi di kawasan penyangga. Lokasi dengan akses infrastruktur baik, permintaan sewa tinggi, dan potensi pertumbuhan jangka panjang tetap menjadi kunci utama keuntungan investasi. Bagi calon pembeli atau investor, saat ini adalah waktu yang tepat untuk masuk, terutama di segmen yang masih terjangkau tapi punya prospek cerah. Dengan strategi yang tepat—fokus pada lokasi, analisis cash flow, dan pemahaman tren pasar—properti di kawasan strategis bisa memberikan return yang menguntungkan dalam beberapa tahun ke depan. Pasar properti tetap menjadi salah satu investasi paling solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *