Mengenal Properti Paling Mahal yang Berada di Medan. Medan, sebagai jantung ekonomi Sumatera Utara, terus menarik perhatian investor properti dengan pertumbuhan pasar yang pesat. Pada akhir 2025, harga properti di kota ini melonjak hingga 67,8 persen untuk rumah dan 47,7 persen untuk apartemen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah hiruk-pikuk ini, muncul properti-properti paling mahal yang tak hanya menawarkan kemewahan, tapi juga nilai investasi jangka panjang. Properti semacam ini biasanya mencapai miliaran rupiah, didorong oleh lokasi strategis dan fasilitas eksklusif. Artikel ini mengupas lebih dalam mengenal salah satu properti paling mahal di Medan, sebuah lahan luas di kawasan pusat kota yang mencapai nilai 75 miliar rupiah. Dengan luas ribuan meter persegi, properti ini menjadi simbol prestise di tengah perkembangan urban yang kian maju. BERITA BASKET
Lokasi Strategis di Pusat Kota: Mengenal Properti Paling Mahal yang Berada di Medan
Lokasi menjadi kunci utama nilai properti mahal di Medan. Properti ini berada di kawasan Medan Barat, tepatnya di Jalan Yos Sudarso, area yang dikenal sebagai koridor bisnis utama. Harga tanah di sini mencapai rata-rata 15 juta rupiah per meter persegi, jauh di atas kawasan lain seperti Medan Denai yang hanya 2,8 juta rupiah per meter. Aksesibilitasnya luar biasa: hanya 20 menit dari pusat kota, dekat gerbang tol Belawan, dan berjarak 35 menit dari Bandara Internasional Kualanamu. Kawasan ini juga dikelilingi fasilitas publik seperti rumah sakit dan pusat perbelanjaan, membuatnya ideal untuk pengembangan komersial atau residensial elit. Pertumbuhan infrastruktur, termasuk proyek tol baru, semakin mendorong nilai properti ini naik 20 persen dalam setahun terakhir. Bagi pemilik, lokasi ini bukan sekadar alamat, tapi pintu gerbang ke peluang ekonomi Medan yang sedang berkembang.
Karakteristik Fisik dan Desain: Mengenal Properti Paling Mahal yang Berada di Medan
Properti paling mahal ini mencakup lahan seluas 8.127 meter persegi, dengan potensi bangunan hingga tiga lantai atau lebih tergantung regulasi setempat. Tanahnya datar dan siap bangun, bebas dari kendala geoteknik khas daerah rawa di pinggiran Medan. Desain potensialnya menggabungkan elemen modern dengan nuansa lokal Sumatera, seperti penggunaan kayu alami untuk aksen eksterior dan tata ruang terbuka hijau yang luas. Bayangkan sebuah kompleks yang mencakup area parkir bawah tanah, kolam renang pribadi, dan ruang multifungsi untuk acara sosial—semua didukung teknologi smart home untuk efisiensi energi. Luas ini memungkinkan pengembangan menjadi vila mewah atau pusat bisnis kecil, dengan estimasi biaya konstruksi tambahan sekitar 10 miliar rupiah. Keunikan fisiknya terletak pada orientasi selatan yang memaksimalkan sirkulasi udara alami, mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan di iklim tropis Medan.
Nilai Investasi dan Potensi Pengembangan
Investasi di properti ini menjanjikan return tinggi, dengan proyeksi kenaikan nilai 10-20 persen dalam tiga tahun ke depan berkat ekspansi metropolitan Medan. Harga 75 miliar rupiahnya setara dengan yield tahunan 8 persen jika disewakan untuk usaha komersial, lebih tinggi dari deposito bank. Potensi pengembangannya beragam: bisa menjadi perumahan elit dengan 10 unit vila, atau mixed-use development yang gabungkan hunian dan ritel. Data pasar 2025 menunjukkan permintaan lahan strategis seperti ini melonjak 50 persen, didorong investor domestik dan asing yang melihat Medan sebagai hub logistik Sumatera. Risiko minimal, dengan pajak properti tahunan hanya 0,5 persen dari nilai pasar. Bagi pembeli, ini bukan pembelian biasa, melainkan aset yang tumbuh seiring kemajuan kota.
Faktor Ekonomi Pendukung
Ekonomi Medan yang kuat menjadi pendorong utama harga properti mahal ini. Sebagai kota metropolitan ketiga terbesar di Indonesia, Medan mencatat pertumbuhan PDB 4,71 persen pada 2022, dengan proyeksi 5 persen di 2025. Sektor perdagangan dan logistik, didukung Pelabuhan Belawan, menyerap tenaga kerja hingga 2,47 juta jiwa, mendorong permintaan hunian premium. Inflasi properti di kawasan pusat seperti ini mencapai 27,1 juta rupiah per meter persegi untuk apartemen serupa, sementara lahan kosong seperti properti ini menawarkan fleksibilitas lebih besar. Faktor lain termasuk kebijakan pemerintah daerah yang prioritaskan pengembangan koridor timur, termasuk infrastruktur jalan tol. Ini menciptakan efek domino: semakin banyak bisnis bermunculan, semakin tinggi nilai tanah. Di tengah stabilitas politik, properti ini aman dari fluktuasi pasar nasional.
Kesimpulan
Properti paling mahal di Medan, dengan nilai 75 miliar rupiah, bukan hanya lahan mahal, tapi cerminan ambisi kota yang sedang naik daun. Lokasinya yang prima, karakteristik unggul, potensi investasi menggiurkan, dan dukungan ekonomi solid membuatnya layak diperhatikan. Bagi calon pembeli, ini kesempatan langka untuk memiliki potongan sejarah urban Medan. Saat pasar terus panas, bertindak cepat bisa jadi kunci meraih keuntungan maksimal. Medan membuktikan, kemewahan tak selalu jauh—cukup di ujung jalan raya yang ramai.